Meditation

Seorang anak wanita kecil berumur 5 tahun ditinggalkan seorang diri dirumahnya oleh kedua orangtuanya yang sedang pergi ke pasar untuk berdagang.

“Nak, jangan kemana-mana, ya. Tunggu dirumah sampai ayah dan ibu kembali.

“Ia, pak”.

Setelah kedua orangtuanya pergi, sang anak bermain-main dalam rumah sendirian. Kebetulan hari masih pagi, sekitar pukul 07.00. Si anak membuka jendela rumah, dan memeandang keluar, dihalaman rumahnya yang ditumbuhi bermacam-macam bunga yang sedang bermekaran.

Matanya tertuju pada seekor kupu-kupu ungu cantik yang sedang hinggap di setangkai bunga. Si anak sangat tertarik dengan warna kupu-kuou itu. Akhirnya, tanpa pikir panjang, si anak membuka pintu rumahnya dan berusaha menangkap kupu-kupu itu.

“Wah, cantiknya. aku harus mendapatkanmu”. Kata si anak. Si anak berusaha menangkap kupu-kupu, tapi kupu-kupu itu terbang dan lari. Si anak terus mengejar kupu-kupu itu. Dia pun lupa akan janji kedua orangtuanya.

Tanpa dia sadari, dia sudah sampai ditengah-tengah hutan lebat. Si anak tiba-tiba menghentikan langkahnya, terdiam, tak tahu apa yang harus dia buat sekarang. Rauh wajahnya berubah. Dia hampir menangis karena takut. Si anak berusaha mencari jalan untuk pulang.

Berjalan dan terus berjalan, namun si anak belum menemukan jalan untuk pulang. Tiba-tiba, dia mendengar auman seekor singa. Singa itu mulai mendekati si anak.

Si anak akhirnya menghentikan langkahnya, dan duduk diatas rumput. Dia memeluk kakinya dan menangis. Dia tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Si anak tiba-tiba mengingat akan naihat dari ibunya “Nak, ingatlah. Apabila kamu ada dalam masalah, berdoalah pada Tuhan”.

Namun, si anak hanya tahu cara berdoa untuk makan. Si anak melipat tangannya, dan menutup matanya. Dan dengan suara tersendat-sendat, si anakpun mulai berdoa.

“Tu…Tuhan, ber…berkatilah ma…maka…nan ini.. Tri…trimaka…kasih Tu…Tuhan… A…amin…”.

Begitu si anak membuka matanya, singa tersebut sudah tidak ada lagi. Si anak merasa sangat senang. Dan saat itu juga, dia terus mencari jalan untuk pulang. Si anak akhirnya bertemu dengan kedua orangtuanya yang sedang mencarinya di hutan.

 

Kesimpulan: Terkadang kita membuat doa sebagai bumbu masakan. Hanya kita perlukan saat ada hal-hal enak yang kita dapatkan. Atau sebagai jimat, yang kita pakai saat kita menghadapi masalah.

Ada orang yang takut doanya tidak dijawab. ada juga yang persalahkan Tuhan jika doanya tidak dijawab.

Tuhan akan menjawab doa kita, sesuai kebutuhan kita dan Kasih Karunianya-Nya. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s