Langkah awal

Hidup di tengah – tengah masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pemburu di padang adalah suatu keistimewaan tersendiri bagi ku.

Kaum lelaki yang berumur 12 tahun sudah biasa melakukan kegiatan berburu ini.

Hidup di daerah pegunungan yang belum di jangkau listrik dan teknologi lainnya yang sedang berkembang di seluruh dunia, membuat kami bersatu dengan alam bebas.

Bukan lah hal yang aneh di tempat kami, jika sepanjang hari bertelanjang dada bagi kaum lelaki. Tidak menggunakan alas kaki dalam bentuk apapun. Sedangkan kaum wanita menggunakan penutup dada seadanya dan rok yang terbuat dari daun-daun atau kulit pohon.

Sendal dipakai oleh orang – orang “kaya”. Apalagi sepatu. Itu adalah hal yang membanggakan bagi sebagian kecil orang yang memiliki uang.

Aku tidak mengetahui kedua orangtua ku. Aku betul – betul tidak mengetahui bagaimana asal usul keluarga ku.

Aku dibesarkan oleh seorang kakek tua yang pada usia ku yang ke lima, dia meninggal, tanpa memberitahu ku siapa dia dan siapa kedua orangtua ku.

Setelah itulah aku hidup liar. Tak ada satu orang pun yang aku kenal. Aku tidak memiliki kakak, adik, ayah, ibu, dan siapapun tidak aku punya. Aku juga tidak merasakan bagaimana hangat nya kasih sayang dan cinta dari anggota keluarga ku.

Hingga usia ku yang ke sembilan, aku memutuskan untuk berpindah dari tempat ku sekarang ke suatu pegunungan yang terkenal dengan binatang – binatang hutan yang sangat banyak.

Melewati hutan besar dan lebat, suara air dari sungai – sungai yang aku lewati, suara kicauan burung yang merdu dan sesekali terdengar suara binatang aneh yang tidak aku kenal. Hingga matahari masuk ke peraduannya pun, aku belum sampai di tempat yang aku tuju. Sehingga aku memeutuskan untuk beristirahat malam itu di tengah – tengah hutan.

Aku membuat sebuah tenda kecil dari empat batang kayu sebagai rangka – rangkanya dan daun – daun pohon sebagai atapnya. Sangat pas untuk postur tubuh ku. Aku merasa sangat lelah. Sehingga saat aku meletakkan kepala ku di atas rerumputan yang menjadi “lantai rumah ku”, aku langsung di tutupi kegelapan malam.

Hingga aku kembali terbangun saat matahari memberikan sengatannya di tubuhku, melalui atap dedaunan yang tidak tertutup rapih.

Aku merasa lapar dan mencari buah yang bisa dimakan.

Pisau, batu api dan panah adalah modal bagiku untuk bisa bertahan hidup.

Sebuah keanehan memenuhi pikiran ku. Saat kulihat ada sebuah bangunan kecil dengan dinding bambu dan atap jerami yang hampir roboh berdiri di tempat itu. Sebuah kain merah di bagian atas dan putih di bagian bawahnya terlihat berkibar dengan gagahnya. Terlihat juga beberapa rumah penduduk yang sama sekali tidak aku kenal.

Aku melihat beberapa anak kecil yang tidak memakai baju dan alas kaki masuk ke bangunan tua itu. Selang beberapa saat, muncul seorang bapak tua (entah dari mana) masuk juga ke bangunan itu.

Apa yang mereka lakukan? Pikir ku.

“Hei, siapa nama mu? Ayo masuk, kita akan mulai belajar.” Kata bapak tua itu sambil menggandeng tangan ku.

Aku belum sempat menjawab pertanyaannya. Aku merasa bingung dan terpaksa masuk ke bangunan tua itu sambil bertanya- tanya dalam hati ku.

Sebuah tikar besar di pasang memenuhi ruangan itu. Sebuah papan kecil hitam dan kapur tulis terpampang di depan.

“Baik, anak – anak. Kita akan belajar mengenal huruf.” Kata bapak tua itu memulai pembicaraannya.

“Ini adalah huruf A, selanjutnya B, C, D, E…” Begitu seterusnya sampai selesai. Setelah itu bapak tua itu menyuruh anak – anak itu untuk menghafal hurug A sampai Z.

Apa – apaan ini? Tanya ku dalam hati. Aku langsung keluar dari ruangan itu tanpa berkata apa- apa, karena kesal disuruh – suruh untuk menghafal oleh bapak tua itu.

Tiba – tiba saja tangan ku dipegang kuat – kuat. Aku menghentikan langkah ku. Menoleh ke belakang, dan melihat wajah bapak tua tadi.

“Mau kemana, nak?” Tanya bapak tua itu dengan lembut.

“Apa urusan bapak dengan saya? Saya tidak mengenalmu.” Kata ku kasar.

Aku terus berusaha untuk berjalan bahkan berlari. Tapi tidak bisa. Karena ditahan oleh bapak tua tadi.

(Continued)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s