“Nama Kuda, Sayang”

Pagi itu, saat Ma’u sedang asik membaca koran, tiba-tiba istrinya muncul dari kamarnya dengan membawa sebuah panci.

Poongngngngng…

Terdengar suara pukulan keras tepat di kepala Ma’u.

“Apa-apaan sih, ma? Pagi-pagi udah cari masalah”

“Ha…apa ini? Kamu bilang aku cari masalah? Liat…liaaaatttttt…” Sambil memnunjukkan sepotong kertas bertulis LINA.

“Oh,,, sayang. Jangan marah dulu. Sayang ingat kan, kemarin aku ikut pacuan kuda. Itu nama kuda, sayang.”

Mendengar penjelasan itu, istrinya merasa puas dan meminta maaf.

 

Keesokan harinya, ketika Ma’u sedang asik membaca koran, istrinya menghampirinya dengan memegang panci yang sama, dan memukul kepala Ma’u. Pooooongngngngngng…. Kali ini lebih kencang lagi.

“Apaan sih, setan apa yang masuk di tubuh mu pagi ini?” Ma’u sangat marah.

Dengan amarah yang sangat dan merasa ditipu, istrinya menjawab:

“Ini…kuda mu (Lina) menelpon mu.”

Wkwkwkwkkkkk….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s