Tuberkulosis

Tuberkulosis tetap menjadi masalah global utama. Pengendalian bovine tuberkulosis relatif sederhana, mengandalkan pemusnahan binatang yang terinfeksi, suatu pemeriksaan yang sukses, dan pembuatan pasteurisasi susu. Produk-produk susu mentah masih menandung resiko, dan meskipun susu kambing tidak mengandung tuberkulosis, ia dapat menyebabkann demam panjang yang naik-turun (undulant fever). Jadi pasteurisasi adalah persyaratan kesehatan publik; pastikan itu ada pada produk manapun yang anda gunakan!

Tuberkulosis manusia adalah masalah utama sekarang ini. Dan penyebarannya yang menonjol dengan semburan; oleh sebab itu, penekanan besar adalah menutup batuk dan bersin. Menutup mulut dan hidung, dengan sering mencuci tangan, lebih dari sekadar kesantunan budaya; itu adalah kebiasaan sehat. Membuang dahak juga membuang dahak juga bisa menyebarkan kuman TB, yang agak sulit.

Meskipun kuman-kuman itu bisa terbunuh oleh sinar matahari, kuman-kuman TB bisa bertahan selama berbulan-bulan di dalam debu dari ruangan tertutup. Ini juga yang menjadi alasan lain dari Ellen. G. White menekankan ruangan-ruangan yang terkena cahaya sinar matahari dan jendela yang terbuka.

Masalah utama yang dihadapi dunia saat ini adalah epidemik HIV. Sebagian besar orang yang sehat dan bergizi seimbang, dengan kekebalan yang baik akan memberikan perlawanan yang baik terhadap basilus tuberkel. Namun bila terinfeksi dengan human immunodeficiency Virus (HIV), manusia tidak dapat menjaga ketahanan tubuh yang memadai, sehingga memerlukan obat-obatan. Jela terlihat, bahwa peenyembuhan TB tidak memberikan eefek yang cepat sekalipun dengan obat-obatan-dengan hasil bahwa kuman yang resistan akan tetap ada., kemudian menjadi lebih banyak. Selama beberapa dasawarsa, kuman resistan ini sudah lebih lazim dan kini kita bicarakan tentang “MDR Tuberkulosis”, yang berarti kuman yang tahan terhadap berbagai obat, dan bahkan yang “XDR”, yang berarti kuman tahan terhadap banyak sekali obat-obatan. TB semacam ini mengancam tuberkulosis di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa tahun 2008, sekitar 440.000 kasus MDR TB muncul. Angka terbesar ada di India dan China, tetapi presentasi tertinggi ada di bekas negara-negara U.S.S.R, dimana XDR tuberculosis juga paling umum terjadi. Perawatan kualitas tinggi terhadap TB di tempat-tempat seperti Hong Kong, Estonia, The Orel dan Toms oblasts (Federasi Rusia) dan Amerika Serikat telah dikaitkan dengan penurunan insiden TB. Namun, di beberapa negara, insiden TB meningkat, dan bahwa MDR TB bahkan naik lebih cepat.

Salah satu masalah nyata adalah dalam diagnosis. Baru-baru ini, metode yang sudah berusia 125 tahun membuat pemeriksaan dahak dan melihat bakteri di kaca mikroskop mendeteksi hanya setengah kasus.Untungnya, satu tes yang baru dikembangkan mendeteksi 98% kasus, dan mengidentifikasi apakah irganisme TB itu resisten tehadap obat Rifampin- Salah satu antibiotik TB.

Anak-anak, remaja, dan wanita hamil berada pada resiko lebih tinggi terkena tuberculosis, sekalipun ketika tidak terinfeksi dengan HIV, dan penting mengambil langkah hati-hati. Gaun, masker, dan mencuci tangan dapat mengurangi resiko penularan; tetapi pemeriksaan akurat dan penanganan yang sangat teliti dengan obat – obat yang spesifik dapat mengubah seorang pasien terinfeksi menjadi pasien yang tak menularkan penyakit, dan itu harus menjadi tujuannya.

Karena pencegahan itu begitu penting, satu gaya hidup yang menyertakan diet menyehatkan dan banyak aktivitas di luar rumah, udara segar, dan sinar matahari, adalah prioritas tertinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s