Pertobatan

Bagaimana agar semua manusia benar di hdapan Allah? Bagaimanakan kita sebagai orang berdosa dapat dibenarkan? Hanya melalui Kristus, kita dapat rukun dengan Allah, dengan kesucin.

Tapi, bagaimanakah kita dapat datang kepada Kristus? Banyak orang yang menanyakan pertanyaan serupa., Sebagaimana peristiwa hari pentakosta, banyak orang berseru: “Apa yang harus kami erbuat?’ Jawab Petrus yang pertama adalagh “Hendaklah kamu bertobat”. (Kisah Para Rasul 2:37,38).

Didalam pertobatan, termasuk penyesalan akan dosadan berpaling dari padanya. Kita tidak akan meninggalkan dosa sebelum kita melihat bahwa betapa jahatnya dosa-dosa itu; sebelum kita mengenyahkannya dari dalam hati kita, tidak akan ada perubahan yang sesungguhnya dalam kehidupan kita.

Banyak orang yang gagal memehami apa sesungguhnya pertobatan itu. Banyak orang merasa sedih karena mereka telah berbuat dosa, dan mengandalkan pembaharuan secara lahiriah, karena mereka takut kalau oerbuatan salah yang mereka lakukan akan membawa bencana kepada diri sendiri.

Akan tetapi, bukan pertobatan yang seperti ini yang dimaksudkan oleh Allah.

Pengakuan dosa terdorong oleh rasa bersalah dengan kekhawatiran akan hukuman yang dasyat dan pandangan yang menakutkan atas penghuuman-Nya. Perasaan bersalah yang dihadapi manusia  tidak berakar dalam atas kesalahan yang telah dibuat. Semua perasaan seperti ini hanyalah sekadar akibat dari dosa itu, tapi bukan karena berdukacita atas dosa itu sendiri.

 

Tetapi, apabila hati menyerah kepada pengaruh Roh Allah, maka hati nurani akan dihidupkan, dan orang-orang berdosa akan melihat hal-hal yang dalam dan kekudusan dari hukum Allah yang suci (dasar pemerintahan Allah di surga dan di bumi). Karena “Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang, sedang datang kedalam dunia”, menerangi setiap sudut yang gelap di dalam jiwa, dan hal-hal yang tersembunyi di dalam kegelapan dinyatakan. (Yohanes 1:9). Keyakinan mencekam hati dan pikiran. Orang berdosa memiliki suatu perasaan takut untuk menghadap (dalam kesalahan dan ketidaksuciannya sendiri) di hadapan Allah yang menyelidiki hati manusia.

Doa Daud setelah kejatuhannya menggambarkan keadaan duka sejati atas dosa itu. Pertobatan yang jujur dan dengan hati yang tulus dan dalam. Padanya tidak ada usaha untuk meringankan kesalahannya; tiada usaha untuk meringankan kesalahannya; tiada usaha untuk mearikan diri dari hukuman. Daud melihat betapa besarnya pelanggaran yang dibuatnya. Disadarinya jiwanya yang kotor, ia benci terhadap dosanya. Bukan saja keampunan yang dimintanya, tapi juga hati yang bersih. Inilah ungkapan jiwanya:

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan yang tidak berjiwa penipu. (Mazmur 32:1,2).

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!

Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

(Mazmur 51:3-17).

 

Pertobatan semacam ini diluar kemampuan kita untuk memenuhinya. Itu diperoleh hanya dengan Kristus saja, yang telah naik ke Surga dan telah memberikan kuasa kepada manusia.

Justru disini banyak orang yang sesat dan karena itu mereka gagal meberima pertolongan yang ingin diberikan Kristus Yesus. Banyak orang mengira bahwa mereka tidak dapat datang kepada Kristus kecuali mereka bertobat terlebih dulu, dan pertobatan itu yang menyediakan jalan keampunan atas dosa-dosa mereka. Memang benar, pertobatan mendahului keampunan dosa., karena orang yang hancur hatinya akan dapat merasakan keperluan Juruselamat.

Alkitab tidak mengajarkan bahwa orang berdosa harus bertobat sebelum dia dapat menghargai undangan Yesus. “Marilah kepada Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. (Matius 11:28). Kebajikan yang datang dari Kristus yang menuntun orang kepada pertobatan yang sejati. Rasul Petrus membuatnya dengan jelas di dalam ucapannya kepada orang-orang israel saat dia berkata: Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa”. (Kisah 5:31). Terlebih lagi kita tidak dapat bertobat tanpa Roh Kristus yang menyadarkan hati nurani, dan kita tidk dapat diampuni tanpa Kristus Yesus.

Kristuslah sumber dorongan yang benar. Dialah satu-satunya yang dapat menanamkan di dalam hati sifat yang melawan dosa. Tiap-tiap keinginan akan kebenaran dan kesucian, setiap keyakinan kesadaran akan dosa-dosa kita sendiri, adalah merupakan bukti bahwa Roh Kristus bekerja di hati kita.

Yesus berkata: “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku”. (Yohanes 12:32). Kristus haruslah dinyatakan kepada orang berdosa sebagai Juruselamat yang mati untuk dosa-dosa dunia; dan kalau kita menatap Domba Allah yang tergantung di kayu salib golgota, rahasia penebusan mulai terbuka dalam pikiran kita dan kebaikan Tuhan akan menuntun kita kepada pertobatan. Dalam kematian-Nya bagi orang berdosa, Kristus menunjukan satu kasih yang tiada terduga

Memang benar, manusia terkadang malu pada jalan-jalannya yang penuh dosa serta meninggalkan kebiasaab yang buruk, sebelum menyadari bahwa mereka sedang tertarik kepada Kristus. Tetapi apabila mereka mengandalkan suatu usaha pembaharuan berdasarkan kerinduan untuk melakukan yang benar, kuasa Kristuslah yang menarik mereka. Suatu pengaruh yang mereka tidak sadari bekerja di dalam jiwa mereka. sehingga hati nurani dibanguunkan dan tabiatpun diperbaiki.

Orang berdosa mungkin menolak kassih ini, dan menolak untuk ditarik kepada Kristus; tetapi, jika manusia tidak menolaknya, maka manusia itu akan ditarik kepada Kristus. Suatu pengetahhuan tetang rencana keselamatan akan menuntun manusia itu di kaki salib dari dosa yang telah mendatangkan kesengsaraan.

Mungkin kita membanggakan diri kita sendiri seperti Nikodemus, bahwa kehidupan kita sudah benar, tabiat kita mulia, dan mengira bahwa kita tidak perlu lagi merendahkan diri di kaki Tuhan. Tetapi, apabila kita melihat terang Kristus yang bersinar menerangi jiwa kita, maka akan sangat tampak betapa tidak sucinya kita. Kita akan melihat motif-motif yang mementingkan diri sendiri, bertentangan dengan Allah, yang telah mencemarkan kita. Barulah kita mengertahui bahwa kebenaran kita sesungguhnya bagaikan kain yang usang dan kotor. Dan hanya darah Kristus yang dapat membasuh hati kita dalam teladan-Nya.

Apabila setan mengatakan bahwa kita adalah orang berdosa, pndanglah kepada Juruselamat kita, dan bicarakan tentang pengorbanan Juruselamat itu. Itulah yang dapat membantu kita untuk memandang kepada terang-Nya.

Akuilah dosa-dosa kita, bahkan katakan kepada setan itu bahwa Kristus Yesus telah datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa. Dan bahwa kita dapat diselamatkan oleh Kasih-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s