Pemeriksaan Nadi

Denyut nadi adalah denyutan atau dorongan yang dirasakan dari proses pemompaan jantung. setiap kali bilik kiri jantung menegang untuk menyemprotkan darah ke aorta yang sudah penuh, dinding arteri dalam sistem peredaran darah mengembung untuk mengimbangi bertambahnya tekanan.

Mengembangnya aorta menghasilkan gelombang di dindingnya, yang akan menimbulkan dorongan atau denyutan.

Proses perubahan nadi dipengaruhi oleh:

– Rangsangan simpatis: Rangsangan yang dapat menambah kecepatan denyut jantung (Saat mengalami kecemasan, emosi, takut, marah)

– Rangsangan parasimpatis: Rangsangan yang dapat mengurangi denyut nadi.

 

Beberapa istilah dalam pemeriksaan nadi:

– Pulsus defisit: Kecepatan denyut jantung lebih tinggi dari kecepatan denyut nadi.

– Takikardia: Denyut jantung lebih tinggi dari normalnya. ( Pada keadaan hypertamia, aktivitas tinggi, cemas, miokarditis, gagal jantung, dehidrasi, dll)

– Brakikardia: Denyut jantung lebih lambat dari normal.

– Pulsus alternans: Denyut nadi yang bergantian kuat-lemah dan kemungkinan menunjukkan gagal jantung.

 

Hipertamia dapat meningkatkan denyut nadi sebanyak 15-20 kali / menit, setiap peningkatan suhu 1 derajat C.

Usia 14-18 tahun, frekuensi rata-rata nadi adalah 82x/menit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s