Luka

Hahahaaa…..hal ini bisa terjadi pada siapa saja, LUKA.

Apasih luka itu?

Luka adalah suatu keadaan dimana terjadinya kerusakan jaringan pada kulit, yang disebabkan karena benda tajam ataupun tumpul. Ada beberapa jenis luka menurut proses terjadinya:

1. Luka sayat, adalah luka yang diakibatkan karena tersayat/ teriris benda seperti pisau.

2. Luka bedah, adalah luka yang disebabkan karena dilakukannya pembedahan.

3. Luka tusuk, merupakan luka yang terjadi karena masuknya benda dengan diameter kecil pada kulit (pisau,peluru) tetapi tidak menembus organ tubuh.

4. Luka tembus, luka yang terjadi karena adanya benda tajam yang menembus organ tubuh.

5. Luka bakar, adalah luka yang diakibatkan karena kontak dengan sumber panas, berupa api, air panas, bahan kimia, dan lain-lain.

Berdasarkan kedalaman luka:

a. Stadium I: Luka yang terjadi di bagian kulit epidermis

b. Stadium II: Luka yang terjadi sampai bagian kulit dermis

c. Stadium III: Luka yang terjadi sampai lapisan subkutan kulit, tapi tidak mengenai otot.

d. Stadium IV: Luka yang terjadi sampai lapisan otot, tendon dan tulang.

Tanda Peradangan:

1. Bengkak (swelling)

2. Kemerahan (Redness)

3. Panas (Heat)

4. Nyeri (Pain)

5. Kerusakan fungsi (Impaired function)

Proses Penyembuhan Luka

1. Tahap Inflamasi dan Destruksi

Fase inflamasi adalah adanya respon vaskuler dan selular yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak, dengan tujuan untuk menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing,sel mati dan bakteri, yang selanjutnya untuk proses penyembuhan.

Pada awal fase ini, kerusakan pembuluh darah akan menyebebkan keluarnya platelet yang berfungsi sebagai homeostasis. Platelet akan menutup vaskuler yang terbuka (luka) dan mengeluarkan substansi vasokonstriksi yang menyebabkan pembuluh darah kapiler vasokonstriksi(penyempitan). Selanjutnya terjadi penempelan endotel yang akan menutup pembuluh darah. Periode ini berlangsung 5-10 menit dan akan diikuti dengan vasodilatasi (pelebaran) kapiler, akibat stimulasi saraf sensori, local reflection dan adanya substansi vasodilatasi (histamin, bradikinin, serotonin, dan sitokinin).

Histamin juga menyebebkan peningkatan permeabilitas vena, sehingga plasma darah keluar dari pembuluh darah dan masuk ke daerah luka dan secara klinis terjadi oedema jaringan dan keadaan lingkungan tersebut menjadi asidosis.

Secara klinis, fase inflamasi ditandai dengan erithema, hangat pada kulit, oedema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ketiga atau hari keempat.

2. Fase Proliferatif

Yang terpeting disini adalah untuk memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. Peran fibroblas sangat besar pada proses ini, yaitu bertanggungjawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses rekonstruksi jaringan.

Pada jaringan lunak yang normal (tanpa perlukaan), pemaparan sel fibroblas sangat jarang dan biasanya tersembunyi diatas matriks jaringan penunjang. Sesudah terjadi luka, fibroblas akan aktif bergerak dari jaringan disekitar luka kedalam daerah luka, kemudian akan berkembang (proliferasi) serta mengeluarkan beberapa substansi (kolagen, elastin, hyaluronic acid, fibronectin dan proteoglycans), yang berperan dalam membangun (rekonstruksi) jaringan baru. Fungsi kolagen yang lebih spesifik adalah membentuk cikal bakal jaringan baru (connective tissue matrix) dan dengan dikeluarkannya substrat oleh fibroblas, memberi tanda bahwa makrofag, pembuluh darah baru dan fibroblas sebagai kesatuan unit dapat memasuki kawasan luka.

Sejumlah sel dan pembuluh darah baru yang tertanam dalam jaringan baru itu disebut sebagai jaringan granulasi.

Fase ini akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk, terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai growth factor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet.

3. Fase Maturasi

Fase ini dimulai pada munggu ketiga setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan. Tujuan fase ini adalah menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan mepnyembuhan yang kuat dan bermutu. Fibroblas mulai meninggalkan jaringan granulasi. Warna kemerahan berkurang karena pembuluh darah mengalami regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Kekuatan jaringan parut mencapai puncak pada minggu kesepuluh setelah perlukaan.

Luka dikatakan sembuh, jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan parut mampu atau tidak terganggu untuk dapat melakukan aktivitas normal.

Proses penyembuhan luka sama bagi setiap penderita. Tapi hasil yang akan didapat sangat tergantung pada kondisi biologis masing-masing individu, lokasi, serta luasnya luka.

Faktor yang Memepengaruhi Penyembuhan Luka

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka:

1. Usia: Semakin tua seseorang, penyembuhan jaringan juga makin sulit. Karena jaringan dan sel-sel pada orang yang lanjut usia berkurang fungsinya.

2. Infeksi: Selain dapat menghambat penyembuhan luka, juga infeksi dapat menyebabkan rusaknya jaringan sel penunjang yang akan menambah ukuran luka (Panjang dan kedalamannya).

3. Hipovolemia: Berkuragnya volume darah menyebabkan vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan O2 dan nutrisi untuk penyembuhan luka.

4. Hematoma: Merupakan bekuan darah. Seringkali darah pada luka secara bertahap diabsorpsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. Akan tetapi, apabila terdapat bekuan darah yang besar, membutuhkan waktu yang lama juga untuk dapat diabsorpsi oleh tubuh.

5. Benda asing: Apapun yang bukan substansi pada jaringan adalah benda asing, seperti debu atau mikroorganisme dapat menyebabkan terbentuknya suatu abses sebelum benda asing tersebut diangkat. Abses ini timbul dari serum, fibrin, jaringan sel mati dan leukosit. Ini dapat membentuk suatu cairan kental yang disebut pus (nanah).

6. Iskemia: Adalah suatu keadaan menurunnya suplai drah pada bagian tubuh yang mengalami luka akibat adanya obstruksi aliran darah. Ini dapat terjadi akibat balutan pada luka  yang terlalu ketat, juga faktor internal (adanya obstruksi pada pembuluh darah itu sendiri).

7. Diabetes: Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan meningkatnya kadar gula darah. Nutrisi tidak dapat masuk kedalam sel. Akibatnya juga akan menurunnya protein-kalori tubuh.

8. Pengobatan / Steroid: Akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap cedera.

Masalah yang terjadi pada luka:

1. Perdarahan: Adanya perdarahan disertai perubahan tanda vital

2. Infeksi

3. Dehiscence: Pecahnya luka sebagian atau seluruhnya

4. Eviceration: Menonjolnya organ tubuh bagian dalam kearah luar melalui luka.

 

Tindakan antiseptik

Pada tindakan ini, tujuannya adalah untuk mensucihamakan luka/kulit.

Untuk melakukan pencucian atau pembersihan luka, biasanya digunakan cairan atau larutan antiseptik seperti: Alkohol, halogen dan senyawanya (Yodium, povidon yodium), Yodoform, Klorhesidin,  (hibiscrub, savlon), Oksidansia (Kalium permanganat), Perhidrol (Peroksida dan air, H2O2).

Dalam proses ini, perlu diperhatikan pada pemilihan cairan pencuci dan tekhnik pencucian. Karena dalam menggunakan cairan yang kurang tepat akan menghambat pertumbuhan jaringan baru. Selain itu, cairan yang biasa digunakan dalam pemncucian luka adalah normal saline (NaCl).

 

Pembersihan Luka

Tujuannya adalah untuk meningkatkan, memperbaiki, dan mempercepat proses penyembuhan luka, menghindari terjadinya infeksi, membuang jaringan nekrosis dan debris. Langkah yang perlu diperhatikan:

1. Irigasi sebanyak-banyaknya dengan tujuaan untuk membuang jaringan mati dan benda asing.

2. Hilangkan benda asing dan eksisi semua jaringan mati

3. Berikan antiseptik

4. Bila diperlukan, tindakan ini dapat dilakukan dengan pemberian anastesi lokal.

5. Bila perlu, tutup luka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s