Keperluan Orang Berdosa

Pada mulanya, manusia dikaruniai kuasa berpikir yang mulia dan seimbang. Manusia itu sempurna tubuhnya, selaras dengan kehendak Allah. Pikiran-pikirannya bersih, maksud-maksudnyapun suci. Tetapi karena durhaka, kuasanya berubah, lalu rasa mementingkan diri mengambil tempat kasih itu. Keadaan manusia menjadi amat lemah karena pelanggaran sehingga membuat mereka tidak mungkin dengan kekuatannya sendiri melawan kuasa kejahatan itu. Manusia telah ditawan setan dan akan tetap dikuasai olehnya kalau Tuhan Allah tidak campur tangan secara khusus. Maksud penggoda itu(setan) adalah menghalang-halangi rencana Ilahi dalam penciptaan manusia itu, lalu memenuhi bumi dengan bencana yang memilukan. Dan dia (setan) akan menunjukkan bahwa semuanya ini sebagai akibat dari pekerjaan Allah dalam menciptakan manusia.

 

Dalam keadaan manusia tanpa dosa, dia dapat mengadakan hubungan yang menyenangkan dengan Allah. Tetapi sejak jatuh kedalam dosa, manusia tidak dapat lagi menikmati kesenanganhubungan yang kudus itu, bahkan manusia mencoba menyembunyikan dirinya dari hadapan Allah. Begitulah selalu keadaan hati manusia yang belum dibaharui. Manusia tidak sesuai dengan Allah dan tidak akan mendapat kesenangan selain dengan adanya hubungan dengan Allah.

Mustahil dengan kekuatan kita sendiri melarikan diri dari lubang dosa yang didalamnya kita tenggelam. Hati kita yang jahat, kita tidak dapat mengubahnya sendiri. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak”. “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” (Ayub 14:4; Roma 8:6). Harus ada suatu kuasa yang bekerja bersama manusia untuk dapat mengubah dari dosa kepada kekudusan. Kuasa itu adalah kuasa Yesus. Hanya anugerah-Nya saja yang daoat menghidupkan segala kuasa jiwa yang tiada berdaya ini, menariknya kepada Allah, kepada kekudusan.

Juruselamat kita berkata: “Jika seorang tidak dilahirkan kembali”, kalau dia tidak menerima suatu hati yang baru, motif dan maksud hati yang baru, yang menuntun kepada kehidupan baru, ia “tidak dapat melihat Kerajaan Allah”. (Yohanes 3:3). “Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia”-yang olehnya kita dpat diselamatkan. (Yohanes 1:4; Kisah 4:12).

Dalam percakapan Yesus dengan Nathanael, Yesus berkata: “Engkau akan melihat langit terbuka dan engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”. (Yohanes 1:51). Di dalam kemurtadannya, manusia memang menjauhkan  diri dari Tuhan. Dunia tercerai dari surga, antara jurang yang memisahkan itu tidak ada hubungan, tetapi melalui Kristus duni dihubungkan dengan surga. Dengan jasa-Nya sendiri, Yesus telah menjembatani jurang yang dibuat oleh manusia itu sendiri melalui dosa yang dibuat. Yesus menghubungkan manusia yang sudah jatuh dalam dosa.

 

Tetapi sia-sialah impian manusia akan kemajuan, segala usaha untuk meninggikan diri sendiri, jika mereka (manusia) melupakan satu-satunya sumber pengharapan dan pertolongan bagi umat manusia yang telah berdosa. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa”. (Yakobus 1:17), berasal dari Allah Bapa. Tiada kemuliaan tabiat yang sempurna kalau tidak dari Bapa sendiri. Dan satu-satunya jalan kepada Allah adalah melalui Yesus Kristus saja. Kata-Nya: “Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup; tiada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. (Yohanes 14:6).

Hati Allah rindu kepada anak-anak-Nya di dunia ini, dengan satu kasih yang kuat, melalui kematian-Nya. Di dalam memasrahkan kematian Anak-Nya itu, Dia telah memasrahkan kepada kita segenap surga di dalam pemberian. Kehidupan Juruselamat (Yesus) dan kematian serta pengantaraan-Nya, semuanya itu diserahkan demi penebusan kita (manusia).

 

Tidakkah kita menghargai anugerah Allah itu? Apalagi yang dapat dilakukan-Nya? Marilah kita menempatkan diri kita dengan hubungan yang baik dengan-Nya yang telah mengasihi kita dengan kasih yang ajaib. Marilah kita menggunakan kesempatan yang telah diberikan-Nya kepada kita, supaya kita dapat dirubah serupa dengan Dia, dan dipulihkan kembali kedalam sjatu persahabatan dengan malaikat-malaikat yang melayani, kedalam hubungan yang harmonis dengan Allah Bapa dan Anak itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s