Kata Orang

Suatu hari, seorang bapak berunding dengan istrinya. Mereka adalah pedagang di pasar. Rumah mereka juga jauh ke pasar. Jadi mereka ingin supaya mempunyai kendaraan yang memudahkan mereka membawa dagangan ke pasar.

Ibu: Pak, bagaimana kalau kita membeli seekor keledai?

Bapak: Bisa saja, bu. Tapi, darimana uang untuk bisa kita beli kedelai itu?

Ibu: Besok aku akan meminjamnya ke tetangga sebelah.

Keesokan harinya, setelah si ibu meminjam uang di tetangga mereka, si ayah dan anak laki-laki mereka yang berumur 10 tahun pergi ke pasar hewan untuk membeli keledai. Untuk sampai kepsar tersebut, nereka harus melewati empat desa.

Setelah menyetujui harga keledai tersebut, si ayah membayar harga seekor keledai yang masih muda. Dengan senang, si ayah dan anak laki-lakinya berjalan pulang.

Setelah mereka hendak melewati desa pertama, mereka bertemu dengan sekelompok petani yang sedang berbincang dan berkata: Bodoh sekali mereka. Keledai dibeli tapi tidak ditunggangi.

Akhirnya si ayah menyuruh si anak menunggangi keledai.

Saat hendak melewati desa kedua, mereka bertemu dengan sekelompok ibu-ibu. Ibu-ibu itu berkata: Si anak kurang ajar sekali. Ayahnya yang sudah tua dibiarkan berjalan, sedangkan dia enak-enakan tunggangi keledai.

Akhirnya si anak menyuruh ayahnya menunggangi keledai tersebut.

Melewati desa ketiga, mereka bertemu dengan sekelompok anak muda yang sedang nongkrong. Anak-anak muda itu berkata: Ayah itu tidak kasihan melihat anaknya berjalan. Sedangkan dia enak-enakkan diatas keledai.

Akhirnya si ayah menyuruh anaknya naik. Jadi, si ayah dan anaknya yang menunggangi keledai sekarang.

Saat mereka hendak melewati desa terakhir, mereka bertemu dengan sekelompok anak-anak. Anak-anak itu berkata: Keterlaluan mereka. Mereka tidak kasihan dengan keledai itu. Mereka berdua enak-enakan menunggangi keledai itu. Keledai itu kan sudah capek.

Akhirnya, karena tidak tahu apalagi yang harus dibuat, si ayah turun dari keledai dan menyuruh anaknya juga untuk turun. Si ayah akhirnya melepaskan keledai itu dan pulang dengan anaknya kerumah, tanpa membawa keledai yang sudah mereka beli.

Sesampainya dirumah, si ibumerasa heran, karena si ayah tidak membawa keledai. Si ayah menceritaka apa yang terjadi. Si ibu marahnya bukan main. Bagaimana dagangan mereka akan dibawa dengan mudah ke pasar tanpa bantuan keledai itu? Sekarang harus lagi mereka mengganti uang yang dipinjam untuk membeli keledai itu.

Kesimpulan: Dalam hidup, kita terkadang lebih suka mendengar apa yang dikatakan orang lain. Tanpa kita sadari, hidup kita yang seharusnya kita jalani dan kita sendiri yang harus menjadi kuncinya, kini telah dipegang orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s