Memakan makanan yang mengandung pengawet tidklah dianjurkan setiap hari. Makanan awetan pada industri pangan pada umumnya ditambah bahan tambahan pangan (BTP). Memang ada yang direkomendasikan dalam batas standar tertentu. Contohnya adalah Nipagin (Metyl p hidroxybenzoat). Salah satu fungsinya: antimikroba, sehingga makanan tidak ditumbuhi mikroorganisme dan lebih awet selama penyimpanan. Hanya jika dikonsumsi dalam waktu panjang, nipagin disinyalir dapat menyebebkan peningkatan asam lambung dan menyebabkan muntah-muntah.

Fungsi nipagin telah diperbolehkan dan sudah diatur dalam PerMenKes No. 722/IX/88. Itu mengacu pada peraturan internasional yaitu Codex Alimentarius Commission ( CAC). Pada aturan ini, batas maksimal penggunan nipagin adalah 250 mg / kg produk. Sedangkan dalam Standar Internasional adalah 1000 mg / kg produk.

Tapi, yang perlu kita ingat adalah mengkonsumsi makanan yang seimbang dan alami adalah lebih aman dan menyehatkan.

Tujuan pengawetan makanan adalah untuk mencegah terjadinya oksidasi (interaksi antara molekul oksigen dan semua zat yang berbeda . Oksidasi merupakan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion) lemak yang menyebabkan pembusukan (ransiditas).

 

Jenis pengawetan yang dapat dilakukan secara alamiah:

1. Pemanisan, dengan memasukkan pemanis (gula, dan sebagainya) untuk pengawetan. Seperti pada buah.

2. Penggaraman / asinan, dengan menambah pengasin (garam) melalui proses osmosis.

 

Pengawet alamiah umumnya jika benar takaran dan prosesnya aman untuk dikonsumsi. Tapi yang perlu lebih diperhatikan adalah pada beberapa penderita penyakit kronis (seperti diabetes dan hipertensi).

Untung dan rugi dari pengawetan:

- Untung: Makanan tersedia dalam kemasan siap saji, bisa langsung disantap.

- Rugi: Kandungan gizinya berkurang

Yang perlu kita lakukan sebagai konsumen, bukanlah menghindari makanan yang mengandung pengawet. Karena sulit untuk kita lakukan dalam kesibukan yang menuntut. Tapi, bijaksanalah dalam memilih makanan pengawet. Perhatikan label dan kandungan gizinya. Selain itu, uga harus memiliki ijin dari BPOM.

About these ads